Fakta-Fakta Bank Plat Merah Kompak bagi Dividen

Capaian yang memuaskan di 2017 dengan meraih laba, membuat bank-bank plat merah memberikan dividen. Bank-bank BUMN tersebut juga akan mentransfer keuntungannya ke kantong negara.
Lalu siapa yang paling besar? Ini faktanya, Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

1. BRI Sepakat Bagi Dividen Rp13,04 Triliun
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen. Adapun dividen yang akan dibagikan, yakni sebesar 45% dari laba bersih tahun 2017 sebesar Rp13,04 Triliun.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, dividen tersebut terdiri dari dividen reguler sebesar 30% atau senilai Rp8,69 Triliun dan dividen spesial 15% atau senilai Rp4,34 triliun.

"Angka ini naik dibandingkan dengan dividen yang dibagikan oleh BRI pada tahun lalu sebesar Rp10,47 triliun," ungkapnya di Gedung BRI, Kamis (22/3/2018).

Untuk negara, BRI akan menyetor dividen Rp7,47 triliun. Selain itu, dalam RUPST ini juga mengangkat 4 orang direksi baru. Di mana ada satu jabatan baru yakni Direktur Ritel dan Menengah, sehingga saat ini ada 12 jajaran Direksi BRI.

2. Mandiri Bagi Dividen Rp9,28 Triliun dan Angkat 4 Direksi Baru
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 45% dari laba bersih tahun 2017 sebesar Rp20,6 triliun. Dengan demikian, maka total dividen yang dibagikan oleh bank plat merah tersebut sebesar Rp9,28 triliun
.
Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri yang digelar pada hari ini. Sedangkan sisa 55% dari laba bersih 2017 disetujui sebagai laba ditahan.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, pembayaran dividen sebesar 30% dari laba bersih 2017, serta pemberian dividen tambahan sebesar 15%, sehingga seluruh dividen yang diterima pemegang saham adalah 45% dari laba bersih 2017 atau sebesar Rp9,288 triliun atau Rp199,03 per lembar saham.

"Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis ke depan, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya," kata Kartika di Plaza Mandiri, Rabu (21/3/2018).

3. BNI Angkat Direktur Baru dan Bagi Dividen Rp4,77 Triliun
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memutuskan penggunaan laba tahun 2017 sebesar Rp13,62 triliun sebagai dividen kepada pemegang saham perseroan sebesar 35% atau setara dengan Rp4,77 triliun.

Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2017 yang diselenggarakan pada 20 Maret 2018.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, penggunaan laba tahun 2017 sebesar Rp13,62 triliun adalah untuk dividen sebesar 25% dari laba bersih atau Rp3,4 triliun dan ditambah dividen spesial sebesar 10% atau Rp1,36 triliun, sehingga total dividen sebesar 35% atau Rp4,77 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai yang dibagikan kepada para pemegang saham.

"Khusus dividen bagian Pemerintah atas kepemilikan 60% saham akan disetorkan ke rekening Kas Umum Negara dalam bentuk Rupiah di Bank Indonesia. Sementara sebesar 65% dari laba bersih atau Rp8,85 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan," ujarnya di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

4. BTN Bagikan Dividen Rp605 Miliar
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2017 senilai Rp605,49 miliar atau Rp57,15 per lembar saham.

Adapun nilai dividen tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dividen yang dibagikan tahun lalu sebesar Rp49,459 per lembar saham. Dividen akan dibagikan ke pemegang saham yang berhak pada 24 April 2018.

”Pembagian dividen tersebut setara 20% dari raihan laba bersih sepanjang 2017 senilai Rp3,02 triliun. Sisanya 80% akan digunakan sebagai laba ditahan untuk ekspansi kredit dan pengembangan usaha,” ujar Direktur Utama BTN Maryono.

Fakta-Fakta Bank Plat Merah Kompak bagi Dividen