Tren Kerja di Rumah, Betul Efektif Atau Malah Bikin Keteteran?


Di zaman canggih seperti kini ini, kegiatan tidak hanya dapat diselesaikan di kantor, tapi pun di lokasi tinggal sendiri. Di samping terlihat lebih asyik, kerja di rumah pun jauh lebih santai karena dapat dipastikan masa-masa kerja jadi lebih fleksibel. kita tidak mesti bangun lebih pagi supaya dapat mengejar kereta atau bus kesatu, atau tidak butuh merasa laksana dikejar-kejar waktu sebab jalanan yang macet. Namun, apa benar kerja di rumah tersebut lebih produktif daripada kerja di kantor? Yuk, simak pertimbangannya inilah ini.

Kerja di rumah seringkali lebih fleksibel

Siapa yang dapat menolak bila ditawarkan jam kerja luwes tanpa mesti terbelenggu dengan aturan baku? Sayangnya, poin yang satu ini hanya dapat Anda dapatkan bila kerja dari lokasi tinggal dan bukan di kantor. Dituturkan lebih lanjut oleh Cara Masimow, seorang terapis sekaligus pekerja sosial, bahwa orang yang bekerja di rumah ingin mempunyai suasana kerja yang lebih baik.

Tentu lain dengan pekerja kantoran yang belum hingga di kantor saja telah dihadapkan dengan sekian banyak “rintangan”. Entah tersebut jalanan yang macet, ketinggalan kereta atau bus, terjebak hujan atau panas terik, sampai kendaraan yang digunakan tiba-tiba mogok di tengah jalan.

Belum lagi sesampainya di kantor mesti menerima setumpuk deadline, meeting penting, sampai kerja dengan kesebelasan yang barangkali kurang sesuai dengan Anda. Atas dasar inilah, Ryan Hooper, seorang psikolog klinis di Chicago, mengaku bahwa bekerja di rumah dapat jadi penyelesaian untuk meminimalisir stres dan menambah produktivitas.

Apakah kerja di rumah tentu lebih baik guna kesehatan mental?

Kenyataannya tidak sesimpel itu. Ya, tidak seluruh orang dapat menikmati kerja di rumah. Bahkan, beberapa orang merasa tidak cukup mendapatkan interaksi sosial bila hanya membisu saja di rumah.

Di samping itu, tidak sedikit orang yang bekerja di rumah malah merasa stres dan tertekan sebab tidak mampu membagi masa-masa dengan baik antara menggarap pekerjaan aslinya dengan tugas-tugas rumah. Misalnya membasuh piring dan baju, masak, menyapu dan mengepel lantai, menunaikan tagihan, melakukan pembelian barang bulanan, dan lain-lain.

Alhasil jam kerja jadi tidak teratur, kegiatan rumah terbengkalai, telat makan, tidak cukup tidur, sampai mungkin menyita masa-masa bersantai kita dengan orang-orang terdekat. Bila situasi ini terus berlanjut dalam masa-masa yang lama, maka bukan tidak mungkin malah akan memperparah tingkat kegelisahan dan stres Anda. Akhirnya tak heran bila Anda jadi keteteran dengan kegiatan rumah dan kantor.

Berdasarkan keterangan dari Jane Scudder, seorang pelatih pengembangan karier, jadwal dan kesehatan dapat semakin kacau bila Anda terus menguras waktu guna bekerja keras hingga lupa diri, melulu demi hendak membuktikan keterampilan bekerja kita di rumah.

Jadi mana yang lebih baik, kerja di lokasi tinggal atau kantor?

Sebenarnya, opsi antara kerja di kantor ataupun di rumah tersebut kembali lagi pada diri Anda. Sebab pada dasarnya, seluruh orang punya teknik kerja yang berbeda-beda.

Jadi sebelum memutuskan hendak bekerja di lokasi tinggal atau di kantor, usahakan kenali dulu lingkungan kegiatan yang sangat sesuai dengan passion yang kita miliki. Tanyakan berpulang kepada diri sendiri, apakah kita tipe orang yang senang bekerja dengan bebas tanpa mesti terbelenggu oleh waktu? Atau lebih suka tidak sedikit berinteraksi dengan orang beda dan bekerja dengan struktur dan jadwal yang jelas?

Pada intinya, kerja di lokasi tinggal tak tidak jarang kali seenak bayang-bayang Anda. Tetap saja ada kendala dan kesulitannya sendiri. Bisa jadi kerja Anda malah lebih produktif kerja di kantor daripada di lokasi tinggal sendiri.

Tips supaya tidak keteteran ketika kerja di rumah

Nah, kerja di lokasi tinggal pun dapat sama efektifnya, kok, laksana kerja di kantor. Asalkan kita tahu batasan-batasan utamanya. Ada sejumlah tips yang dapat Anda terapkan, guna lebih mempermudah saat kerja dari rumah:

1.Buat perencanaan matang

Coba bikin rencana kerja untuk mengatur kegiatan Anda sekitar bekerja di rumah, mencakup menyiapkan ruangan khusus guna kerja; jadwal kerja tetap; jadwal istirahat; maupun pembagian masa-masa lainnya. Selayaknya kerja di kantor, kerja dari rumah pun harus punya aturan yang matang supaya seluruh kegiatan dan hasil yang kita dapatkan lebih optimal.

2. Disiplin

Pastikan Anda merealisasikan semua jadwal dan aturan yang sudah tersusun apik sebelumnya. Ubah pola pikir yang memandang bila kerja di lokasi tinggal berarti dapat santai sesuka hati Anda, sebenarnya tidak demikian. Baik tersebut kerja di kantor ataupun di rumah, punya aturan kerja yang sama. Yang bertolak belakang hanyalah lokasi bekerjanya saja.

3. Luangkan waktu guna diri sendiri

Sebaiknya tidak boleh terlalu memforsir diri guna bekerja sepanjang hari. Tidak terdapat salahnya menyediakan waktu guna memanjakan diri sendiri. Anda dapat melakukan olahraga ringan, meditasi, pergi ke salon, menyaksikan film, atau berkumpul dengan teman.

Lakukan pekerjaan seru demi menangkal stres sesudah seharian berkutat dengan pekerjaan. Tentunya, benak jadi lebih segar sekaligus menciptakan Anda semakin termotivasi guna bekerja dengan produktif.

Tren Kerja di Rumah, Betul Efektif Atau Malah Bikin Keteteran?